JawaTengah.Online – Jembatan Gogo Dalem, Bringin, Kabupaten Semarang, ternyata menjadi jembatan tertua di Jawa Tengah (Jateng). Jembatan itu, membentang sepanjang 18 meter dan menjadi penghubung di lingkungan kawasan religi di Desa Gogodalem.

“Jembatan paling tua di ruas Salatiga-Kedungjati (Jembatan Gogo Dalem). Tahun (sejak) 1942,” kata kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPU BMC), AR Hanung, saat dihubungi, Selasa (7/6/2022).

Bila diamati secara kasat mata, kondisi atau tampilan jembatan itu masih berupa beton sederhana. Tak hanya itu saja, Jembatan Gogo Dalem juga menghubungkan dua bagian jalan yang terputus oleh kondisi alam yakni sungai.
“Selama berdiri (1942) kondisi baik. Dipelihara dengan baik,” pungkas dia.

Sekedar informasi, pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Semarang, Kecamatan Bringin mempunyai luas wilayah seluas  6.189.10 Ha atau 6,92 dari luas Kabupaten Semarang. Secara administratif di batasi oleh batas sebelah Barat, Kecamatan Tuntang, Kecamatan Pringapus, Batas sebelah Timur, Kabupaten Purwodadi, Kecamatan Bancak, Batas sebelah Utara, Kabupaten purwodadi, Batas sebelah Selatan, Kecamatan Bancak, Kecamatan Pabelan. 

Untuk Bentang alam wilayah Kecamatan Bringin, merupakan  areal perbukitan dan pegunungan yang memiliki kemiringan beragam. Rincianya, areal kemiringan 2-150 yang merupakan daerah perbukitan adalah sekitar  2.647,90 ha daerah curam dengan kemiringan 15-400  yang merupakan pegunungan adalah sekitar 2.331,05 ha dan arean sangat curam 2.600, 10 ha.

Sedangkan Desa Gogodalem, berdasarkan sejumlah catatan, memiliki potensi wisata ziarah, karena di desa itu terdapat Makam Tumenggung Niti negoro yang merupakan warisan budaya. Bahkan, beberapa benda peninggalan para wali di Desa Gogodalem tersebut dijadikan sebagai salah satu bagian dari wisata religi Kabupaten Semarang. (Wan/JT02)