JawaTengah.Online – Ketua Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah menanggapi wacana Pemerintah yang akan memberlakukan kembali vaksin boster sebagai syarat untuk bisa masuk di pusat pembelanjaan ataupun perjalanan. Wacana tersebut muncul sebagai langkah pemerintah untuk mengantisipasi penyebaran varian baru Covid 19 Omicron BA.2.75.
Ketua Komisi E DPRD Jateng, Abdul Hamid menilai langkah tersebut dirasa bagus dilakukan. Akan tetapi bila wacana itu benar terlaksana, dinilai kurang efektif, sebab angka penularan Covid 19 saat ini khususnya di Jawa Tengah cenderung tidak mengalami lonjakan yang signifikan.
“Bagus saja, cuma pelaksanaan hari ini dengan kasus peningkatan masih stabil dan masih menurun itu rasa-rasanya tidak begitu efektif,” kata Abdul hamid.
Dengan Wacana tersebut, menurutnya bisa merubah pandangan masyarakat atas kegunaan vaksin berubah menjadi kepentingan pemerintah untuk menghabiskan vaksin yang sudah terlanjut dibeli dari luar negeri.
“Karena tidak ada daya dorong, bagaimana kebutuhan vaksin itu dirasakan masyarakat nanti kesannya hanya sebatas kebijakan pemerintah saja untuk menghabiskan stok vaksin,” ujar dia.
Sehingga bila terlaksana wacana itu, Abdul menilai pemerintah harus melakukan hal yang sama ketika pertama kali melakukan vaksinasi.
“Menurut saya harus secara struktur, seperti kemarin bukan lagi semangat untuk mengatasi pandemi covid 19 atau memang untuk ketahan dari covid itu sendiri,” jelas dia
Dengan ada wacana tersebut, dia berharap pemerintah bisa melakukan kajian secara mendalam atas adanya wacana itu .Sebab saat ini yang dibutuhkan masyarakat hanya sebatas pengertian pentingnya vaksinasi.
“Masyarakat akan bilang sama saja vaksin satu dan dua ataupu sebagainya.Pentingnya ada kajian ulang seperti sosialisasi kembali,” tutut dia.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendukung wacana vaksin booster jadi syarat perjalanan dan masuk mall. Bahkan lebih baik karena bisa menambah percepatan vaksinasi booster.
Ganjar mengatakan wacana tersebut merupakan keputusan yang baik. Jika perlu, Mall menyiapkan tempat untuk vaksin booster.
“Menurut saya baik juga sih, kalau perlu di mall-nya dikasih tempat untuk boosting, jadi kalau belum ya tinggal suntik,” kata Ganjar.
Dengan cara itu, lanjut Ganjar, semangat masyarakat yang tampak mulai mengendur untuk mengikuti vaksinasi bisa kembali meningkat.
“Jadi memang sebenarnya harus disebarkan karena kemarin agak kendor, maka saya sudah minta dinas kesehatan dalam dua minggu ini kita minta untuk genjot terus,” lanjut dia.
Adapun kondisi Covid-19 di Jawa Tengah saat ini terkendali. Penambahan kasus yang ada, kata Ganjar, tak terlalu signifikan pada minggu ini. Selain itu, Ganjar menyebut angka kesembuhan juga meningkat.
“Kondisi covid baik, masih terkendali. Kenaikan kasusnya sih tiap hari tidak terlalu signifikan. Ini saya pantau daily reportnya,” beber dia.
Ganjar membeberkan daerah dengan jumlah kasus tertinggi saat ini adalah Kabupaten Klaten dengan total kasus aktif 127 kasus. Diikuti Kota Semarang dengan 124 kasus. Selanjutnya secara berurutan Jepara dan Wonosobo.
“Kalau saya tanya PERSI sih yang dirawat nggak terlalu banyak yang dirawat dan kemudian relatif tanpa banyak gejala,” imbuh dia.
Untuk itu Ganjar merasa belum perlu melakukan pengetatan. Masker dan gaya hidup sehat jadi benteng utama agar tidak terpapar virus Corona.
“Belum ada pengetatan, sekarang kita dorong masker saja. Minimal itu. Masker, hidupnya sehat, makanannya bergizi ya insyaallah oke,” tutup dia. (Wan/JT02)
