JawaTengah.Online – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Tengah (Jateng) telah meminta seluruh dokter spesialis anak agar melacak gejala penularan hepatitis akut. Sebab, penyakit yang menyerang organ hati ini diprakirakan bisa menular pada anak-anak sekolah.   

Hal itu disampaikan Sekretaris IDAI Jateng, Choirul Anam, saat dikonfirmasi, Selasa (10/5/2022). Ia mengatakan, pihaknya sudah koordinasi dengan semua dokter anak di kabupaten atau kota se-Jateng.  

“Total ada 420 dokter anak yang dilibatkan untuk deteksi dini. Nantinya, para dokter akan mempelajari kriteria penyakit yang mengarah pada hepatitis akut,” kata Choirul.  

Deteksi dini tersebut, dilakukan dengan menelusuri anak-anak yang mengalami nyeri perut yang disertai mual, muntah dan mengalami penyakit kuning.  Lebih lanjut, mengenai perbedaan gejala dibanding hepatitis A dan hepatitis yang sekarang ini, Choirul menyebut belum diketahui penyebabnya. Namun, ia minilai hal tersebut tidak ada kaitannya dengan penyakit hepatitis pada umumnya.  

“Oleh karena itulah, kita sedang tahap investigasi,” beber dia.  

Sekali lagi Choirul menegaskan, penyakit hepatitis akut berisiko menular pada anak usia di bawah 19 tahun seperti anak-anak setingkat SD sampai SMA. Namun untuk penyebabnya sampai saat ini masih misterius.   

“Penyebabnya belum diketahui. Kita lagi tahap investigasi dan deteksi dini untuk meningkatkan kewaspadaan di setiap daerah,” tegas dia.  

 Choirul menyarankan supaya setiap orangtua mengimunisasi anaknya secara lengkap dan menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Yakni dengan menghindari jajan dan makan sembarangan. 

 “Harus dikendalikan dulu (jajan dan makan). Karena pola penularannya kayak yang lain. Korovekal atau lewat makanan. Cuman sementara ini belum ada laporan kasusnya di Jateng,” tutup dia. (Wan/JT02)