JawaTengah.Online – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Semarang terus mengawasi peredaran produk cokelat Kinder Joy di pasaran. Hal ini menyusul adanya temuan bakteri salmonella dalam produk Kinder Joy di beberapa negara.

Kepala BPOM Semarang, Dra Sandra M.P Linthin, mengatakan pihaknya telah mendapat intruksi dari pusat untuk melakukan pemantauan. Yakni memastikan apakah produk yang beredar di Indonesia sama halnya dengan di luar.

“Memang benar produk ini (Kinder Joy) yang beredar di sejumlah negara ternyata tercemar kuman Salmonella. Sehingga yang ditimbulkan ada efek kepada 64 anak yang mengalami diare, deman dan kram perut. Jadi kami dapat instruksi dari pusat untuk mengawasi peredaranya,” kata Sandra.

Terkait pengawasan tersebut, jelas Sandra, yaitu dengan melakukan pemantauan dan sampling pengujian untuk mengidentifikasi kuman Salmonella tersebut. Ia menyampaikan, sejauh ini hasil yang ditemukan juga masih negatif.

“Pengujian dan sampling kepada distributor yang sudah kita lakukan di sini kurang lebih ada 118,909 produk,  dengan nilai kemasan ekonomi 1,294 milliar,” jelas dia.

Sekali  lagi sandra menegaskan, dari keseluruhan yang telah diuji sampling belum ditemukan hasil positif mengandung kuman Salmonella. Sehingga, produk-produk tersebut hingga saat ini masih di-hold atau tahan.

“Jadi ini hanya kita hold saja, tidak ditarik. Untuk mengatasi kekhawatiran kami lakukan sampling laboratorium, kalau nantinya tercemar, kami tarik peredaran. Namun tentunya (penarikan) atas perintah pusat. Tetapi sampai saat ini belum menemukan,” tegas dia. 

Sebagai informasi, di beberapa negara di Eropa, produk telur cokelat merek Kinder Surprise ini telah ditarik karena diduga terkontaminasi bakteri Salmonella. Food Standard Agency (FSA) Inggris melaporkan, Kinder Surprise disinyalir telah menyebabkan 63 kasus bakteri Salmonella yang menyerang anak, namun tidak sampai menyebabkan kematian.

Salmonella adalah bakteri yang tergolong dalam famili Enterobacteriaceae. Salmonella merupakan bakteri yang kuat dan dapat ditemukan di mana saja serta bisa bertahan beberapa minggu di lingkungan yang kering hingga beberapa bulan di air. (Wan/JT02)