JawaTengah.Online – Banjir akibat naiknya ketinggian air laut atau rob melanda daerah kawasan pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah (Jateng), membuat bengkel Hadi Jaya Motor Dua tak kuasa menangani para warga yang motornya rusak terendam air.
Bengkel yang berada di Jalan Ronggowarsito, Kecamatan Semarang Timur itu, jaraknya memang hanya sekitar satu kilometer dari jalan raya. Meski demikian, banyaknya warga yang datang tanpa henti, membuat bengkel Hadi Jaya Motor Dua harus menolak puluhan motor yang ingin direparasi, akibat banjir rob.
Pemilik bengkel, Mashadi (50), mengatakan kewalahan karena tenaga karyawannya hanya berjumlah empat orang. Sedangkan dalam sehari ia bisa kedatangan ratusan sepeda motor yang rusak akibat banjir.
“Yang dikerjakan dari kemarin sudah ada sekitar 100-an. Terus ini masih tertahan (antri) kurang lebih 40-an. Jadi ini sudah tidak menerima lagi, kualahan kami,” kata Hadi, saat dijumpai dilokasi, Rabu (25/5/2022).
Tak hanya sampai di situ, mayoritas kendaraan yang datang juga disebut dalam kondisi parah. Sehingga, bisa menguras banyak waktu hanya untuk satu pengerjaan.
“Menguras tenaga banget ini, soalnya permasalahanya kebanyakan di perkabelan (elektrik). Kalau hanya ganti onderdil malah cepet, perkabelan ini susah, nyari konseletingnya ini luar biasa (lamanya),” pungkas dia.
Mengenai kondisi kerusakan parah itu, Hadi menuturkan karena dampak kendaraan yang terendam air asin terlalu lama. Sehingga menyebabkan banyaknya onderdil keropos hingga konseleting pada area perlistrikanya.
“Makanya perlu ngecek (kabel pelistrikan) satu persatu, harus di buka semua (body motor), jadi lama. Terus antrian juga nambah, makin pusing. Jadi mulai tadi pagi sudah ngak nerima lagi (perbaikan), nyelesain yang ada aja,” beber dia.
Salah seorang montir di bengkel tersebut, Dianto (35), mengatakan kerusakan yang terjadi memang kebanyakan adalah pelistrikan. Selain itu, mayoritas didominasi kendaraan jenis matic.
“Ini aja ada yang dari Senin kemarin belum selesai, soale rusaknya parah, susah banget benerinnya. Banyak yang kropos (onderdilnya), terus konseleting,” imbuh Dianto.
Mengenai estimasi pengerjaan, Dianto menuturkan bervariasi tergantung kerusakan masing-masing kendaraan. Meski demikian, ia menuturkan paling singkat bisa mencapai setengah jam.
“Kalau biayanya bisa dari 300 ribu sampai 1 jutaan,” tutup dia. (Wan/JT02)
