JawaTengah.Online – Pekerjaannya yang hanya buruh tani serabutan, membuat Mahmudi (50), tak pernah menyangka bisa memiliki rumah layak huni yang sebelnya sempat ia kubur dalam-dalam.

Namun Mahmudi menemukan secercah harapan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) memiliki program pembangunan rumah berbasis komunitas. Bekerjasama dengan Pemkab Cilacap sebagai penyedia lahan, Gubernur Jateng,

Ganjar Pranowo membangunkan rumah Mahmudi dan 28 warga lain dengan gratis.
Mahmudi dan warga lain hanya mengeluarkan uang Rp 35 juta untuk membeli tanah. Sementara bangunan rumahnya, mereka mendapat bantuan dari Ganjar masing-masing Rp35 juta. Rumah-rumah itu kini telah selesai dan dihuni. Sabtu (28/5/2022), disebut Ganjar datang untuk melihat perumahan berbasis komunitas itu.

Mahmudi mengatakan, sehari-hari ia bekerja sebagai buruh tani serabutan. Penghasilannya antara Rp100-150 ribu.

“Waktu dengar ada program ini, saya langsung daftar. Alhamdulillah, dari 200 yang daftar dan diambil 29 orang, saya masuk salah satunya. Ini dulu beli tanahnya Rp35 juta dan dapat bantuan untuk bangun rumah dari Pemprov Jateng Rp35 juta,” kata Mahmudi.

Rumah itu lebih besar, bagus dan nyaman dibanding rumahnya dahulu. Rumahnya dulu berukuran kecil dan tidak sebagus saat ini.

“Dulu rumah saya kecil, sekarang alhamdulillah sudah besar. Ya jelas lebih bagus sekarang. Semoga bisa semakin menyejahterakan,” pungkas dia.

Sementara itu, Ganjar mengatakan jika program perumahan berbasis komunitas ini sangat menarik. Sebab, pembangunannya dilakukan dengan cara kerjasama.

“Jadi ada kerjasama warga, pemerintah kabupaten dan provinsi. Warga di sini membeli tanah sekitar 80 meter seharga Rp35 juta, kemudian kami kasih bantuan bangunan per rumah Rp35 juta,” kata Ganjar.

Melihat pembangunan yang sudah dilakukan, Ganjar senang karena kualitasnya baik. Selain itu, jika disurvey maka kesejahteraan masyarakat ini langsung meningkat.

“Ini akan terus kita kembangkan agar semakin banyak masyarakat yang dapat rumah layak huni. Tidak hanya dibangun ala kadarnya, tapi dengan kualitas bagus. Di Jateng sudah ada 168 unit rumah yang kami bangun dengan metode ini dan akan kita kembangkan terus” pungkas dia.

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Jateng, Arief Djatmiko mengatakan, tahun 2021, sudah ada 186 warga yang dibangunkan rumah dengan program pembangunan perumahan berbasis komunitas ini. Untuk tahun 2022, Pemprov Jateng akan kembali membangun 256 rumah lagi.

“Untuk daerah yang sudah dibangun adalah  Magelang, Cilacap, Brebes, Kendal, Jepara dan Purbalingga,” tutup Arief. (Wan/JT02)