JawaTengah.Online – Ada kisah hebat di balik tradisi kungkum atau berendam setiap malam 1 Suro di Tugu Soeharto, Bendan Duwur, Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang.  Pasalnya, saban tahun Gito (69), dengan iklas membuatkan jalan setapak untuk para pengikut tradisi tersebut.

Saat ditemui, Gito mengaku sudah seminggu bermandikan keringan di bawah terik sinar matahari untuk mencangkul lahan kosong di pinggir Tugu Soeharto. Semua itu ia lakukan karena lahan sedimentasi sungai tersebut sudah penuh semak belukar dan sulit dilewati orang. 

“Enggak ada imbalannya sih mas. Enggak minta juga. Tapi orang-orang biasanya ngasih sumbangan seiklasnya,” kata Gito di sela-sela mencangkul tanah, Kamis (28/7/2022). 

Meski badannya tampak kecil, namun laki-laki berambut hitam itu cukup gesit mengayunkan cangkul untuk membuat jalan kecil yang layak dilalui para pengikut tradisi pada Jumat (29/7/2022) malam nanti. Tak hanya itu, ternyata sejak tahun 1975 ia sudah rutin berjaga di pinggir sungai untuk membantu orang yang akan mengikuti tradisi Kungkum di malam 1 Suro. 

“Dulu Tugu Soeharto ada di tengah kali. Sekarang keliatan di pinggir,” katanya saat menceritakan kondisi masa Tugu Suharto. 

Saat ditanya suasana masyarakat saat hari satu Suro itu, Gito menyampaikan pada siang hari jalan bahkan sudah ditutup. Kemudian, orang-orang mulai berendam pada pukul 22.00 WIB sampai pukul 04.00 WIB. 

Lebih lanjut, tak hanya masyarakat dari Kota Semarang saja yang datang melihat tradisi kungkum. Warga luar Semarang pun biasanya akan berbondong-bondong datang untuk ikuti tradisi orang Jawa ini. 

“Kalau kungkum nanti dapet wangsit (pesan) juga. Tapi beda orang beda wangsit. Itu bejan (beruntung),” beber dia. 

Tak hanya malam satu Suro, ada pula orang yang setiap Jumat datang untuk kungkum di Tugu Soeharto. Pasalnya, Tugu Suharto memang dipercayai sebagai ngalap berkah atau mencari berkah. 

“Karena cocok, rejekinya juga bagus,” imbuh dia.

Sekadar informasi, menurut kepercayaan Jawa, tradisi kungkum memang dapat mendatangkan keberkahan. Para leluhur di Jawa sudah biasa melakukan tradisi di malam satu Suro dengan berbagai ritual, salah satunya yakni kungkum. 

Untuk Tugu Soeharto sendiri, lokasinya juga menjadi titik pertemuan dua sungai, yaitu Kreo dan Ungaran atau Kaligarang. Jika sedang melintas di jembatan Tugu Soeharto akan tampak warna yang berbeda dari dua aliran sungai Kreo dan Kaligarang. (Wan/JT02)