JawaTengah.Online — Pimpinan Wayang Orang Ngesti Pandhowo, Joko Mulyono mengatakan, tahun 2022 ini kembali pentas rutin setiap hari Sabtu malam Minggu. Penonton sudah rindu untuk kembali menyaksikan kesenian kebanggaan kota Semarang ini. Sayang sekali pemain dan pendukung Ngesti makin berkurang. Bahkan di masa pandemi kehilangan beberapa pemain, pengrawit, dan pesinden seniornya.

Dalam wawancara di kanal Inspirasi Jawa Tengah, Joko berbagi cerita, selama pandemi para pemain dan staf lainnya tetap optimis, semangat dan berusaha eksis. Salah satu kegiatan yang diadakan saat pandemi yaitu Pagelaran Virtual. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebulan sekali secara streaming di kanal Youtube Ngesti Pandhowo. Dalam siaran streaming tersebut juga mencantumkan link donasi bagi siapa saja yang ingin membantu.

 “Ketika sudah diizinkan kembali oleh Disbudpar Kota Semarang untuk menggelar pagelaran, langsung kita awali pentas perdana pada tanggal 8 Januari yang lalu,” imbuhnya.

Selalu Optimis

Menurut Joko, walaupun para penari, pemeran dan staf lainnya mengalami beberapa kendala, seperti sakit, berhalangan hadir dan lain sebagainya, pagelaran harus tetap berjalan. Salah satu caranya dengan menambah personil dari luar, seperti mahasiswa dari Universitas Negeri Semarang dan organisasi lainnya.

Sebenarnya Ngesti pandhowo sudah punya penari muda yang tergabung dalam Laskar Muda Ngesti pandhowo yang masih aktif dan eksis sampai sekarang. Mereka masih bisa tampil rutin. Hanya saja dari sisi karawitannya masih harus mengandalkan bantuan personil dari luar, karena regenerasi pemain belum bisa maksimal untuk saat ini.

“Sudah ada beberapa personil magang dari paguyuban lain, karena itu kami tetap mengharapkan bantuan dan dukungan dari luar, misalnya dari beberapa instansi pemerintah, sanggar-sanggar, dan sebagainya,” tambahnya.

Selengkapnya bisa ditonton di video….