JawaTengah.Online – Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Danang Parikesit megatakan penerapan kebijakan one way saat arus mudik Lebaran, membuat lalu lintas di tol berjalan sangat terkendali. Kendati demikian, pihaknya membeberkan sejumlah catatan evaluasi yang perlu jadi diperhatikan.
“Kita lihat beberapa catatan, terjadinya banyak antrian karena kendaraan pada berhenti di bahu jalan. Sehingga seluruh rangkaian arus lalu lintas mengalami perlambatan. Ini kalau dibiarkan lama-lama, pasti antreannya semakin panjang,” kata Danang, saat meninjau GT Kalikangkung, Semarang.
Sehingga, Danang meminta para Patroli Jalan Raya (PJR) agar bisa mendekati para kendaraan yang berhenti di bahu jalan. Termasuk turut membantu para pengendara yang mengalami kendala atau mogok di ruas jalan tol.
“Teman-teman dari PJR, setiap ada kendaraan berhenti didekati, kalau ada masalah, didorong ke rest area terdekat,” pinta dia.
Selain itu, terdapat juga penumpukan arus yang hendak masuk ke dalam rest area. Namun, dari hasil pengecekan dipastikan hanya satu saja yang masih memiliki kendala tersebut.
Lebih lanjut, untuk mengatasi antrian toilet agar tidak lebih dari 10 menit, BPJT telah menambah jumlah toilet yang awalnya 1,700 menjadi 2,800. Harapannya, dengan jumlah tersebut bisa pemudik bisa terakomodasi dan tidak tertahan lama di rest area.
Mengenai keberhasilan one way yang mampu mengurangi padatnya arus di jalan tol, berdasarkan hasil pengamatan di Tol Cipali ketika two way atau dua arah diberlakukan volume per ratio kendaraan sebesar 0,8. Artinya volume kendaraan disebut sudah mendekati 80 persen dari kapasitasnya.
“Selepas dijadikan One Way, volume menjadi 0,53 atau turun hampir separuhnya. Dari data itu one way memperlancar arus lalu lintas,” tutup dia. (Wan/JT02)
