JawaTengah.Online – Pulau Karimunjawa yang berada di wilayah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng), diguncang gempa bumi berkekuatan Magnitudo 3,6 pada Selasa (17/5/2022) tengah malam. Hingga Rabu (18/5/2022) siang dilaporkan tidak ada kerusakan atau korban jiwa yang diterima. 

Camat Karimunjawa Muslikin, mengatakan gempa tersebut terjadi dengan skala kecil. Kendati demikian, ia tidak menampik jika getaran tersebut cukup terasa di wilayah Karimunjawa. 

“Masyarakat yang masih tidur pada keluar (rumah), tanya ada apa? Terus yang panik juga ada. Alhamdulillau sampai siang ini ngak ada laporan kerusakan dan korban,” kata Muslikin saat dikonfirmasi, Rabu (18/5/2022). 

Warga desa Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa itu menggambarkan, getaran tersebut terjadi sekitar empat detik. Sata itu, ia sedang berada di teras rumah. 

”Tiba-tiba ada getaran dan gemuruh. Memang lumayan keras, tapi awalnya saya mengira plafon rumah ambrol,” terang dia Muslikin. 

Sementara itu, Moh Sofii, awalnya mengira gemuruh tersebut terjadi karena kendaraan berat. Namun, saat rumahnya tiba-tiba berguncang ia baru menyadari bahwa ada gempa bumi. 

“Waktu itu ngiranya kendaraan berat. Tapi malam-malam kok ada kendaraan berart. Ternyata benar gempa, soalnya makin ke sini makin terasa getarannya. Sampai guncangin genteng rumah juga,” pungkas Sofii. 


Sofii juga menyebut getaran tersebut terjadi dalam kurun waktu tiga hingga lima dekit. Ia menuturkan, gemuruh tersebut berawal dari arah barat dari desanya di Desa Kemujan. 

“Jadi itu ada semacam gemuruh, awalnya dari arah barat desa kami. Tiba-tiba gemuruh semakin dekat dan kencang. Waktu itu sedang jagongan bareng sodara-sodara di teras rumah,” tutup dia. 

Sebagai informasi, Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara, Setyoajie Paryoedhie, menyebutkan gempa bumi yang mengguncang Kepulauan Karimunjawa itu merupakan gempa tektonik. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 5,79 LS dan 110,42 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 92 km barat laut Jepara, Jawa Tengah, pada kedalaman 10 km. 

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar lokal,” tulis Setyoajie dalam keterangan tertulis, Selasa malam. (Wan/JT02)