JawaTengah.Online – Jebolnya tanggul PT Lamicitra Nusantara di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Senin (23/5/2022) lalu, menyebabkan banjir rob menjadi semakin tinggi dan berdampak pada aktivitas operasional pelabuhan. Sedikitnya ada empat kapal yang batal bersandar di terminal dengan potensi kegiatan bongkar muat peti kemas sebanyak 6.000 twenty-foot equivalent unit (TEUs).
General Manager (GM) Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Semarang I, Nyoman Sudhiarta, mengatakan terpaksa melakukan buka tutup pintu terminal lantaran akses masuk terhalang oleh air laut. Sebab, sistem pompa yang dimiliki Pelindo hanya mampu menangani hingga ketinggian pasang 130 cm.
“Operasional bongkar muat tetap berjalan, namun agak tersendat, akses jalan tertutup oleh air, selain itu konfirmasi penumpukan juga manual, saat air naik sistim otomatis kami matikan karena panel listrik terendam air,” kata Nyoman, Jumat (27/5/2022).
Selain itu, operasional terminal peti kemas sempat terhenti selama 21 jam sejak banjir rob melanda Senin lalu. Kemudian kembali melakukan kegiatan bongkar muat peti kemas pada Selasa (24/05/2022) pukul 11.00 WIB.
“Dalam tiga hari banjir rob, TPK Semarang telah berhasil menyelesaikan kegiatan bongkar muat peti kemas untuk MV Uni Premier, MV SITC Shekou, MV Intan Daya 8 dan MV Pelican,” beber dia.
Tak hanya sampai di situ, tingginya banjir rob juga mengakibatkan sejumlah fasilitas terminal mengalami kerusakan. Antaranya truk trailer, sistem ektrifikasi pada peralatan, load cell jembatan timbang, jaringan kelistrikan dan jalan akses.
“Hingga saat ini kapal yang batal ke TPK Semarang adalah MV Teluk Bintuni, MV Hijau Samudra, MV Meratus Medan 2 dan MV Meratus Medan 3,” pungkas dia.
Sebagai informasi, kejadian banjir rob merupakan fenomena alam yang rutin terjadi setiap tahunnya. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah memprediksi fenomena rob akan terjadi di area pesisir pantai utara Jawa mulai tanggal 20 Mei hingga 25 Mei. (Wan/JT02)
