JawaTengah.Online – Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Hasto Atmojo Suroyo, mengatakan penemuan kasus selama setahun terahir di Jawa Tengah (Jateng) didominasi kekerasan seksual. Para pelaku, mayoritas adalah orang terdekat mereka. 

“Kasus di Jateng cukup banyak, terutama yang sedang naik kasus kekerasan seksual. Kami temukan pelakunya orang terdekat korban,” kata Hasto, usai membuka kick of program perlindungan berbasis komunitas, Rabu (8/6/2022). 

Para pelaku kekerasan seksual itu, jelas Hasto, berkorelasi dengan kuasa terhadap korban. Yakni memanfaatkan relasi atau kedudukan yang lebih tinggi terhadap korban. 

“Terjadinya bukan di tempat lain, tapi di rumah korban itu sendiri, karena pelakunya orang terdekat. Terkadang ada kakek kandung, tiri, ayah kandung, tiri, hingga sodara,” jelas dia. 

Tak hanya sampai di situ, kekerasan seksual juga LPKS temukan ditempat pendidikan, baik umum maupun boarding school. Bahkan, ranah pendidikan disebut rentan terhadap tindakan kejahatan seksual. 

“Orang (pelaku) memanfaatkan kuasanya dalam relasi sikorban,” lanjut dia. 
Berdadarkan catatan permohonan perlindungan LPSK, kasus kekerasan seksual pada anak sepanjang 2021 ada 426 kasus. Jumlah itu, bahkan naik dari 2020 yang sebelumnya hanya 223 kasus.

Hasto pun berpesan kepada saksi maupun korban agar tidak takut untuk bersaksi. Sebab, pihaknya siap memberikan bantuan dan perlindungan kepada korban, saksi hingga keluarga. 

“Sehingga harapannya, proses berjalan baik dan bisa menghasilkan keputusan optimal. Yaitu memberikan keadilan kepada korban, terutamanya,” harap dia. 


Salah satu langkah yang diambil untuk perlindungan tersebut, yaitu melalui program sahabat saksi dan korban yang dibuka pada Rabu ini. Meski terdiri dari kelompok relawan, namun segala kegiatan nantinya akan tetap difasilitasi dan di bawah naungan LPSK.  

“Pada prinsipnya, kami mengundang partisipasi masyarakat untuk bisa bergabung dengan LPSK. Membantu dalam menjalankan mandatnya diseluruh wilayah. Terutama yang sulit dijangkau LPSK. Sehingga ini merupakan bagian upaya mendekatkan akses ke masyarakat,” tutup dia. (Wan/JT02)