JawaTengah.Online – Rombongan pengendara motor di sejumlah daerah yang membawa bendera dan menyebarkan pamflet bertuliskan ‘Kebangkitan Khilafah’ sempat mencuri perhatian masyarakat. Aksi itu, ahirnya memunculkan kembali nama Khilafatul Muslimat yang sebelumnya sempat mereda hingga menimbulkan keresahan bagi masyarakat.

Sebagai mana diketahui, mereka berkonvoi untuk mengkampanyekan tegaknya sistem Khilafah sebagai solusi umat. Apabila ditelisik lebih jauh, isi dan ideologi Khilafatul Muslimin serupa dengan milik Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang sebelumnya sempat dibubarkan oleh pemerintah. 

“Ini kan organisasi sudah lama beraktivitas, mereka (Khilafatul Muslimin) ini, beraktivitas secara terbuka. Artinya, jelas berkumpul, berkelompok memperjuangkan ideologi mereka. Aktivitas mereka cenderung seperti HTI,” kata Pengamat Militer Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, melalui sambungan telepon, Jumat (10/6/2022).

Organisasi Khilafatul Muslimin ini, jelas Khairul, rekam jejaknya justru lebih banyak kepada upaya melakukan propoganda dibanding teror atau terorisme. Yakni dengan cara mencari dukungan, simpati dan anggota agar lebih banyak orang yang ikut berjuang. 

“Itu yang selama ini dilakukan, jadi kaitan atau potensi gangguan keamanan (teror), belum sampai mengarah kesitu,” jelas dia.

Saat disinggung apakah kelompok Khilafatul Muslimin ini berpotensi untuk berafiliasi dengan kelompok teror seperti Islamic State in Iraq and Syria (ISIS), Khairul tak menampik hal tersebut. Kendati demikian, tindakan organisasi tersebut belum ada aktivitas terorisme yang mengarah kesana. Melainkan lebih kepada mendorong sistem pemerintahan khilafah. 

“Karena ini (aktivitas) jelas nyatanya, mereka justru malah melakukan kegiatan yang sifatnya terbuka, seperti konvoi sebar pamflet isinya jelas soal khilafah konvoi. Ini kan (konvoi) menunjukan aktivitasnya terbuka. Sementara kelompok jaringan teror, cenderung tertutup, senyap, kemudian tidak menunjukan jati dirinya,” beber dia. 
Khairul menegaskan, apabila organisasi ini jelas melanggar hukum harusnya cepat ditindak lanjuti. Sebelum aktifitas atau anggota dari Khilafatul Muslimat ini semakin berkembang. 

“Sehingga mestinya, kalau memang melawan hukum, segera beresin (ditindak), karena ini kan juga suatu yang mudah dideteksi, mereka mestinya ngumpul dulu sebelum konvoi, artinya kan polisi bisa melakukan tindakan pencegahan. Jangan berlarut-larut, dampaknya nanti masyarakat bisa resah dan khawatir dengan ancaman ke depan,” tegas dia. (Wan/JT02)