JawaTengah.Online – Anggota fraksi Golongan Karya (Golkar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), H Mawahib Afkar mendukung penuh rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang Fasilitasi dan Sinergitas Penyelenggaraan Pesantren di Jateng. Sebab, hal itu bisa merangsang sektor pendidikan pesantren secara menyeluruh. 

“Harus kita kawal (Ranperda Pesantren). Karena dalam pembahasan nanti, terdapat dasar-dasar filosifi dan kebhinikaan yany mengangkat kependidikan pesantren,” kata Mawahib saat dijumpai di seusai rapat Paripurna, Selasa (16/8/2022). 

Tak hanya itu, Mawahib mejelaskan dalam Ranperda Pesantren juga akan dibahas terkait kesejahteraan guru agama. Kemudian, fasilitas-fasilitas di pendidikan pesantren akan mulai ditingkatkan atau kembangkan. 

“Jadi harapannya kaum santri bisa terfasilitasi. Karena kita tau selama ini pendidikan non formal atau pesanten kurang mendapatkan perhatian. Padahal peran kyai dan guru ngaji, baik sebum merdeka dan setelah nerdeka, selalu berjuang lewat pengembangan karakter agar akhlatul kharimah,” pungkas dia. 

Penyelenggaraan Pesantren itu juga dinilai sebagai kado yang manis bagi santri. Apalagi, momennya bertepatan dengan Peringatan ke-77 Kemerdekaan RI serta HUT ke-72 Jateng.

“Ini bisa menjadi kado terindah untuk Jateng dan Indonesia. Saat ini juga baru dibahas, pansus (panitia khusus) sudah dibentuk, untuk rancangan perda Tentang Fasilitasi dan Penyelenggaraan Pesantren,” imbuhnya yang juga salah satu anggota pansus.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maemoen, mewanti-wanti pesantren agar tidak terlena nantinya saat raperda tentang pesantren ini disahkan. Raperda yang sedang digodok oleh DPRD itu diharapkan dapat memacu para santri untuk mampu lebih mandiri. 

“Kalau perdanya sudah jadi tentu ada beberapa komponen yang bisa dibiayai oleh negara. Nah ini bisa kita dorong untuk menjadi sebuah ekonomi atau usaha di pesantren. Sehingga benar-benar nanti (pesantren) lebih mandiri, lebih kuat, lebih tangguh, dan tentu akan melengkapi fasilitas-fasilitas untuk para santri di dalam pondok pesantren,” tutup Taj Yasin. (Wan/JT02)