JawaTengah.Online – Hewan ternak sapi perah di Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng) darurat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Pasalnya, dari 750 ekor ternak sepertiganya telah terjangkit PMK.  Ada 210 ekor (terjangkit PMK) per 31 Mei. Kemudian yang mati 2,” kata Kepala Desa Kalisidi,

Dimas Prayitno, Jumat (3/5/2022).  Kades Kalisidi juga menambahkan, dari sembilan dusun yang ada kasus PMK baru ditemukan di lima dusun. Selain itu, mayoritas terjadi di kandang komunal.  

“Kebetulan kami banyak kandang komunal, jadi tersentral penyebaranya. Tapi cepat banget, lewat apa saja. Terus karena komunal, Dinas menyampaikan satu kena, ya semuanya kena. Ngak bisa diungsikan,” imbuh dia.  

Terkait kondisi para ternak, penyebaran atau penyerangan pertama yakni pada mulut. Kemudian, beberapa menjalar sampai kaki hingga ahirnya menyebabkan kematian.  

“Terserang jelas mulut dulu, ada yang menjalar sampai kaki, ada yang mulut saja selesai. Seperti Covid-19, ada masa inkubasinya, cuma karena ini binatang, harus benar ditanganinya, pemelihara harus telaten, kalau enggak, ada kematian,” pinta dia.  

Lebih lanjut, telaten yang dimaksud yaitu para peternak harus lebih rutin memberi asupan gizi para sapi. Sebab, saat terjangkit ternak-ternak tersebut kesulitan mengkomsumsi makanan.  

“Jadi harus didulang (diberikan langsung), kalau ditaruh ngak mau makan, kesulitan sapinya,” beber dia. 

Selain itu, untuk saat ini pihaknya juga membatasi akses yang masuk ke kadang komunal. Langkah ini, untuk memutus rantai penyebaran.  

“Saat ini nggak boleh masuk dulu, kami larang kecuali pemelihara. Untuk menghindari penyebaran lebih luas, karena PMK ini kan, penyebaranya sangat cepat dan bisa lewat apa saja,” tutup dia.  

Sebagai informasi, terdapat 350 KK di Desa Kalisidi yang menjadi peternak sapi dan kambing. Ada yang memelihara secara keluarga baik suami dan istri maupun perorangan. (Wan/JT02)