JawaTengah.Online – PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo (Persero) Cabang Semarang mengaku sudah melakukan langkah cepat menangani genangan air rob yang masuk di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang akibat dampak fenomena alam tahunan banjir rob di kawasan pesisir utara kota Semarang, Senin (20/6/2022) kemarin.
Pihaknya, mengklaim kurang dari enam jam kawasan yang sempat tergenang itu kembali surut dan tidak mengganggu operasional pelabuhan.
General Manager (GM) PT Pelindo, Hardianto, mengatakan pihaknya telah mengoptimalkan 56 pompa air milik Pelindo dengan kapasitas rata rata 800 liter perdetik yang berada di wilayah pelabuhan. Langkah ini, menjadi salah satu upaya mitigasi usai menerima himbauan prediksi fenomena rob dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjung emas semarang tersebut.
“Sejauh ini untuk genangan rob kali ini relatif bisa kita tangani dengan baik dan cepat usai. Kita mengoptimalkan seluruh pompa air kita, kapasitas pompa kita mampu mengatasi genangan air yang masuk ke kawasan pelabuhan, dampaknya aktivitas operasional selama terjadi rob tetap berjalan tanpa gangguan”. Kata Hardianto, Selasa (21/6/2022).
Lebih lanjut, Hardianto menyampaikan pihaknya saat ini sedang melakukan percepatan pembangunan tanggul milik PT Lamicitra yang sempat jebol beberapa waktu lalu. Ia menyebut, jika perbaikan tanggul PT Lamicitra dilakukan dengan membangun ulang tanggul permanen dan menguatkan tanggul eksisting sehingga kemungkinan banjir rob akibat tanggul jebol bisa di minimalisir.
“Segala macam kemungkinan resiko sudah kami antisipasi untuk mengatasi fenomena rob yang terjadi di kawasan pesisir utara kota semarang. Ini salah satunya juga melakukan percepatan pembangunan tanggul permanen milik PT Lamicitra yang jebol beberapa waktu lalu,” lanjut dia.
Sementara itu, Direktur Polairud Polda Jateng, Kombes Pol. Haryadi, mengatakan ketinggian banjir rob di kawasan pelabuhan pada Senin (20/6/2022) kemarin bervariasi antara 40 hingga 80 sentimeter (cm). Ia pun menyebutkan beberapa lokasi yang dilanda banjir rob di Semarang, antara lain kawasan PT Lamicitra, kawasan terminal penumpang, kawasan di depan terminal peti kemas, dermaga nusantara, dan sekitar Pos I Pelabuhan Tanjung Emas.
Banjir rob di kawasan pesisir Semarang ini sebelumnya juga sempat diprediksi BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang. Kala itu, BMKG menyebutkan akan terjadinya potensi air pasang laut dengan ketinggian antara 0,4 hingga 1,1 meter. (Wan/JT02)
