JawaTengah.Online – Dalam Rapat Senat Universitas Negeri Semarang (UNNES) di gedung Rektorat UNNES Ruang Senat, Rabu (23/6/2022) siang, Prof Dr S Martono MSi unggul suara pada pemilihan Rektor UNNES periode 2022-2026 dengan mengungguli dua calon lainya yakni Dr Amir Mahmud SPd MSi dan Dr dr Mahalul Azam MKes. Lantas, siapa sebenarnya sosok Prof Dr S Martono itu?
Berdasarkan catatan perjalanan Prof Martono yang berhasil diperoleh, ia lahir di Rembang, 8 Maret 1966. Guru besar itu memperoleh gelar Sarjana di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Semarang pada program studi Pendidikan Dunia Usaha, Bidang Administrasi Perkantoran.
Beliau kemudian meraih gelar lanjutan atau magister di Universitas Airlangga pada program studi ilmu manajemen. Kemudian, tahun 2012 meraih gelar Doktor di Universitas Diponegoro bidang ekonomi.
Guru besar pada Fakultas Ekonomi UNNES itu disebutkan banyak menorehankan tinta emas dalam perjalanan kariernya. Berbagai tugas tambahan pernah diamanahkan kepada Prof Martono, mulai dari menjadi Pendamping Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ekonomi di awal kariernya hingga saat ini. Ia bahkan dipercaya sebagai Wakil Rektor bidang umum dan keuangan UNNES sejak tahun 2015.
Selain bersinar di kampus, Prof Martono disebut sempat menjadi Ketua Umum Asosiasi Sarjana dan Praktisi Administrasi Perkantoran Indonesia Jawa Tengah (Jateng) 2011-2020, Ketua Umum Asosiasi Pendidikan Ekonomi Lembaga Pendidikan Tinggi Kependidikan Se Indonesia 2011-2015, Ketua Forum Wakil Rektor Bidang II PTN BLU 2017-2020.
Dibawah kepemimpinannya yang tegas dan disiplin, Prof Martono berhasil membawa reputasi UNNES gemilang. Pasalnya, UNNES berhasil masuk peringkat 4 terbaik pelaporan bidang keuangan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) 2016.
Tak hanya sampai disitu, UNNES juga meraih Peringkat Pertama Kategori Satuan Kerja Terbaik 2018 dan yang paling mutakhir UNNES meraih peringkat Terbaik Pertama Nilai Kinerja Anggaran Tahun Anggaran 2020 dari Kemendikbud. Disebutkan juga, UNNES turut mendapat Award Kinerja Anggaran Terbaik 3 Kategori PTN dari Kemendikbudristek dengan predikat sangat baik pada tahun 2021.
Lebih lanjut, di bawah kepemimpinan manajemennya UNNES meraih 4 kali WTP berturut-turut. Selain itu, Prof Martono memiliki pengalaman menulis buku yang berfokus pada kajian manajemen dalam perspektif kepemimpinan adaptif.
Buah pemikirannya telah Ia sarikan dalam 6 buah buku yang ditulis dalam 5 tahun terakhir, yang paling mutakhir adalah buku bertajuk Manajemen Era Disrupsi, Perubahan Organisasional dan Kepemimpinan. Dalam paparan visi misi dan program kerja, Prof Dr S Martono MSi mengusung visi Membangun UNNES untuk Masa Depan Indonesia dan Dunia.
Sebagai informasi, dalam paparan strategi dan program kerja, Prof Martono menguraikan sejumlah strategi dan program. Antaranya Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Bidang Perencanaan Keuangan dan Bisnis, Bidang Umum Hukum dan SDM, dan Bidang Riset Inovasi Teknologi dan Hubungan Internasional.
Pada Bidang Akademik dan Kemahasiswaan strategi dan program kerja unggulan berupa Relevansi Kurikulum Berorientasi Demand-Driven Education, Penguatan Kapasitas dan Keunggulan Kompetitif Program Studi, Peningkatan Reputasi Akademik Internasional dengan Pendidikan sebagai Unggulan, Pengembangan Excellence Development Center, Penguatan Karakter Unggul, Entrepreneurship, dan Kemampuan Adaptasi Global.
Untuk Bidang Perencanaan Keuangan dan Bisnis antara lain Optimalisasi Perencanaan dan Pengendalian Anggaran, Pengelolaan Keuangan Berbasis Kinerja Perguruan Tinggi Unggul, Transformasi Sistem Akuntabilitas Keuangan, Pengembangan Profitable Business Unit and Asset.
Bidang Umum Hukum dan SDM berupa Tata Kelola Perguruan Tinggi yang Sehat dan Adaptif, Akselerasi Penyusunan dan Implementasi Produk Hukum PTN BH UNNES, Pengembangan Roadmap SDM dalam Perencanaan, Pengembangan dan Karir yang Jelas, Terarah dan Berkualitas, Peningkatan Kesejahteraan Dosen dan Tendik Berbasis Kinerja.
Bidang Riset Inovasi Teknologi dan Hubungan Internasional Penguatan Riset Pendidikan strategi dan program kerja unggulan berupa Kolaborasi dengan IDUKA untuk Komersialisasi Hasil Riset, Penguatan Kapasitas Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Mendorong Pusat Kajian Riset untuk Terciptanya Produk atau Jasa Inovatif, Pengembangan Pusat Unggulan Ipteks, Pengembangan Edupark dan Science Techno Park, Peningkatan Jumlah Luaran Penelitian yang Memperoleh Rekognisi Internasional, dan Transformasi Organisasi dengan Teknologi Informasi sebagai Enabler, serta Peningkatan Jumlah Luaran Penelitian yang Memperoleh Rekognisi Internasional. (Wan/JT02)
