JawaTengah.Online – Banjir rob yang hampir merata di sepanjang pesisir Jawa Tengah (Jateng) meninggalkan dampak besar bagi sejumlah petani tambak. Sedikitnya, ada empat kabupaten yang mengalami kerugian akibat banjir rob pekan lalu itu. 

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jateng, Fendiawan Tiskiantoro, mengatakan banjir rob memberi dampak kerugian cukup besar. Ia mencontohkan yang terjadi di Pekalongan, dari total 700,96 hektar tambak, sekitar 600 hektar dipastikan gagal panen dengan angka kerugian mencapai Rp 8,6 miliar. 

“Hampir 80 persen tambak di Pekalongan kena imbas banjir rob Pantura,” kata Fendiawan, Sabtu (4/6/2022). 

Tak hanya di Pekalongan, kerugian besar juga menimpa Tegal. Sebab, tambak bandeng dan udang vanamenya rusak kena banjir rob. 

“Tambak bandeng yang gagal panen seluas 370 hektar dan tambak vaname yang gagal panen ada 33 hektar. Total diperkirakan mencapai Rp 50 miliar,” imbuh dia. 

Lebih lanjut, tambak ikan nila dan udang vaname di wilayah Pati turut mengalami kerusakan seluas 2.005 hektar. Tersebar di Kecamatan Batangan, Kecamatan Juwana, Kecamatan Gedarijaksa, Kecamatan Trangkil,  Kecamatan Margoyoso, Kecamatan Tayu dan Kecamatan Seti. 

“Jumlah kerugian yang ditanggung petambak di Pati ditaksir mencapai Rp 29,6 miliar,” lanjut dia. 

Sedangkan untuk wilayah Kabupaten Brebes, kerusakan tambak akibat banjir rob berada di 13 desa. Yakni mencakup Desa Wanasari, Desa Brebes, Desa Bulukamba, Desa Tanjung, Desa Randusangkulon dan Losari. 

Lebih rinci, kawasan tambak Brebes yang terkena banjir besar tersebar di 13 desa. Para petambak di sana menderita kerugian senilai Rp 8,4 miliar. 

“Dampak itu, belum termasuk di Desa Randusangkulon yang mana ada tambak bandeng, udang vaname, rumput laut dan garam seluas 800 hektar yang hancur kena banjir. Jumlah kerugiannya Rp 2,4 miliar,” beber dia. 

Saat ini, DKP Jateng sedang berusaha memberikan bantuan stimulus untuk memulihkan sektor industri tambak budidaya yang dihantam banjir rob. Langkah riilnya, dengan memberikan bantuan jaringan agar dapat dipasang di sekeliling tambak yang rusak. 

“Bantuan jaring juga bisa dimanfaatkan untuk mempercepat masa panen ikan. Sehingga dampak yang ditimbulkan tidak terlalu besar. Solusinya kita bersama dinas di kabupaten kota yang terdampak banjir rob kita bantu benih bandeng untuk memulihkan lagi perekonomian nelayan di pesisir pantura,” tutup dia. (Wan/JT02)